Rabu, 19 September 2018

Tentang diriku

Saat semuanya sudah terlelap tidur
Aku malah sibuk menatah rasa sakitku
Siang diselimbuti rasa kebahagiaan telah usai ditelan waktu
Rasa sakit kini kembali membuat dilema tubuh ini
Ia merenggut senyuman yang selalu ada
Menguburkan candaan saat ponsel berdering
Tubuh terpaku kaku
Terbaring lemah tak berdaya
Hati seakan rapuh
Menangis pilu menyebut nama Tuhan
Jarum jam berputar tanpa henti menembus batas
Rupanya malam semakin larut
Mungkin esok masih menyisahkan luka
Aku berharap semoga tidak
Agar langkah tak lagi tertatih
Siap menusuk kalbu
Mengapai angan
Mengejar mimpi
Merasakan sejuknya diterpa angin pagi
Menyaksikan pijarnya mentari dilangit biru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar