Sabtu, 06 Oktober 2018

Wanita perindu

Ada rindu yang selalu jatuh
diterik sepi yang lupa berteduh
Dilubuk hati yang enggan mau pergi

dan ada bosan yang selalu tertolak disetiap angan yang begitu mengingatkan
Mulut bertanya pada hati
Adakah Aku dihatinya?

Lalu malam mengeliat
membungkus sebuah tanya
dan nyeri itu
dalam sekantong besar puisi

Tertati menua,
tergugu digerbang janji yang terkunci
Demikianlah malam berlalu
Siang datang menjelang
dalam teriknya fajar

Apakah persembahan malamku
Engkau terima
hingga Aku berhak mereguk bahagia?
Ataukah itu Kau tolak
hingga Aku terhimpit duka?

By Petronela Boleng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar