Senin, 27 April 2020

Puisi

Untuk Perempuan
🌼
_____________________

Hidup tak sebatas cinta-cinta belaka membangun obsesi gila yang mengelepakkan
menelan asa lalu kau bawa kabur mimpi-mimpi dan raga yang harus kau tawar untuk memuaskan birahi sang bajingan hingga rela gadaikan hartamu dalam hitungan semalam
Kau berharga sayang
Kita itu mahal

Jangan menunduk patuh saat kau diancam sampai takut
Kepalan tangan harus terdampar jika itu sudah terlampau
Kita bukan sampah sayang yang  dibuang sesudah dipakai dan la malah asik menghisap tiap batang rokok enambelas ribuan ketika lenguhmu mengisi tiap sudut ruangan

Buatlah hidupmu seperti vektor agar ternilai dan mempunyai arah

Makassar, 27 April 2020
Petronela

Rabu, 15 April 2020

Antara bernyawa dan mati
🌾
____________________________

Tentang hampa yang tak berujung
Tentang bahagia yang tak berani singgah
Tentangku yang tetap tenang
Dan juga tentangmu yang tetap angkuh

Pada senja yang merangkak
Aku berteriak
Dihati yang retak

Ketika kehampaan yang merangkul
Ketika kata-kata terhembus
Seperti asap pudar namun tak membekaskan apa-apa
Kecuali perih dimata dan racun dihati

Saat rasa menolak melupa
Selalu saja ada jiwa yang mengikis rasa
Aku hanya sebatas ada yang jelas-jelas telah kau tiadakan

Kita pernah menjadi dua insan terkutuk yang hanya saling berkicau tawa ketika sedang bernasib buruk
Jika nanti kita benar - benar dikalahkan oleh waktu kenang saja aku
Sekian _________

Bumiku, hari ini

Selasa, 07 April 2020

Padanya kutitipkan lelah

Ma...
Disini aku merangkul sejuta beban
Tanaman layu, kering dimakan waktu
Tubuh kurusku hujang disapa angin
Bertabu harap ingin temu

Ma... Rindu kini memburu
Lelah, marah, jengah hingga seolah tak terarah
Aku hanya butuh pulang memeluk erat ragamu
Hanya itu penawar dahaga tatkala lemah hingga lelahku terlepas dan pergi

Ma... Kepada senja aku mengaduh
Menemukanmu pada barisan doa
Walau diakhir doa kata menanti selalu hadir untuk titik jumpa

Malam kembali menerpa perlahan merebahkan pundakku yang kaku
Kuntum-kuntum kesunyian kini mulai mekar
Remang, sunyi tanpa teman
Sesak dan penat menyerbu tanpa jeda
Membolak-balikkan sederet abjad mengirim pesan singkat hanya sebatas mengabarkan Aku baik walau lelah raga dan kacau pikiran

Ma.. Aku rindu pada tawa yang selalu terukir disetiap percakapan

Makassar, 23/03/2020