Saat semuanya sudah terlelap tidur
Aku malah sibuk menatah rasa sakitku
Siang diselimbuti rasa kebahagiaan telah usai ditelan waktu
Rasa sakit kini kembali membuat dilema tubuh ini
Ia merenggut senyuman yang selalu ada
Menguburkan candaan saat ponsel berdering
Tubuh terpaku kaku
Terbaring lemah tak berdaya
Hati seakan rapuh
Menangis pilu menyebut nama Tuhan
Jarum jam berputar tanpa henti menembus batas
Rupanya malam semakin larut
Mungkin esok masih menyisahkan luka
Aku berharap semoga tidak
Agar langkah tak lagi tertatih
Siap menusuk kalbu
Mengapai angan
Mengejar mimpi
Merasakan sejuknya diterpa angin pagi
Menyaksikan pijarnya mentari dilangit biru
Rabu, 19 September 2018
Tentang diriku
Minggu, 16 September 2018
Luka hati
Hampa kurasa
Penghuni hati sepi
Menghilang
diterpa sang waktu
Makna dibalik peristiwa
menyoroti ,
menembus batas luka
Meninggalkan momen indah
menuju tragedi
menangis dikala hujan
datang menerpa
Suara merdu pergi menghilang
Mungkin luka dihati
masih membekas
Cepatlah berlalu
Agar tangis tak lagi
terngiang memekik
dikedua kuping polos ku
Agar hati bangkitkan harapan baru
Menuju sinar terang benderang
Berusaha menerobos setiap celah
yang masih tertutup rapat
Jumat, 14 September 2018
Anak panti
Rintihan tangis
perlahan ambruk
Jiwa merana kirana
meraja lelah
Hening binar seakan sirna
Menyatu dalam angan
meluas kalbu
Mekar kembali menyapa bumi
Senyum aneka warna dari mereka
Berdiri kaki tegak melangkah
Menyapa mereka
dengan uluran tangan
Mereka tak bersalah
namun harus tak berdaya
Mereka adalah deretan orang-orang
yang pertama menyapa pagi
saat mataku masih tertutup rapat
saat senja tiba nyanyian mereka
menenangkan sebagian dari jiwa
Melodinya menghanyutkanku
beberapa detik
Memberi ruang baru dalam jiwa ini
Untuk terus memuji
dan bersyukur kepada semesta
Maafkan ku
Maafkan aku kadang terlalu berisik di kedua kuping mu
Maafkan Aku yang selalu membuatmu kesal tanpa karuan
Maafkan diriku yang tanpa sengaja mengajak mu beradu argumen sehingga kadang menimbulkan percekcokan diantara kita
Maafkan aku yang membuat jarak semakin jauh sampai kaupun merasa jenuh dengan sikap ku
Aku minta maaf untuk semua hal yang pernah terlewati bersama
Kita mungkin sudah dewasa tapi terkadang tindakan kita menunjukkan kita masih dalam jenjang kekanak-kanakan.
Aku senang mengulangi masa kecil dulu, saat beban kedua orangtua menumpuk kita malah asyik bermain tanpa beban karena masih lugu.
Tapi saat ini tanpa disadari, kita yang dulu setiap harinya buang senyum harus murung memikirkan beban yang dipikul cukup berat.
Memikirkan dunia kita, memikirkan perkuliahan dan yang paling penting mimpi-mimpi dalam angan yang belum digapai.
Semoga kita tetap berdiri kokoh walaupun jatuh berulang-ulang harus mampu bangkit kembali.
Gagal itu hal biasa apalagi gagal dalam hal cinta itu luar biasa.
Masa sekarang, jangan pernah mengharapkan apa yang saat ini bersama mu akan tetap ada bersama mu barang murah saja orang dapat mengambilnya apalagi pasangan mu.
Tergantung dari setiap orang, jika dia tulus mencintai mu dia tak mungkin meninggalkan kepingan rasa dalam dirimu.
Dia bukan orang baik, saya percaya orang baik akan menemukan pasangan yang baik pula.
Untuk apa menyesali dia yang telah pergi lebih baik bangkit pikirkan duniamu, mimpimu, dan yang terpenting adalah keluarga mu.
So, berjuang untuk orang yang salah hanya akan menambahkan goresan dihatimu.
Hidup berjalan kedepan tanpa menoleh lagi kebelakang, waktu berjalan terus dia takkan bisa diputar mundar.
Lalu kenapa kita masih diam saja ditempat mempertahankan apa yang salah? Bukankah sebaiknya ditinggalkan dan kita bangkit untuk berjalan kelorong yang baru bersama sejuta mimpi.
Jalan masih panjang kedepan banyak yang bakal kita temukan jauh lebih baik dari sebelumnya entah itu harapan baru atau cinta yang muncul lalu pergi bersama meraih mimpi keujung bumi sampai bumi tersenyum menyaksikan insan ciptaan -Nya sungguh saat itu semua seakan takjub.
Aku merasa bahagia saat anganku bermimpi kembali, walaupun banyak yang tak terwujud tak ada kata menyerah dalam hidup ini.
Belum terwujud berarti masih tertunda mungkin belum waktunya saja.
Hari-hari hadir lalu pergi dengan membawah banyak kisah lalu meninggalkan banyak kenangan. Kenagan pahit, manis berbaur seakan menyatuh dalam kalbu, dalam tulisan -tulisan sederhana dibuku kecilku.
Tak ada penyesalan yang datang terlambat semua seakan kubuat sirna dalam lipu lara ini.
Duka memang masih berlanjut, dibaluti luka dan hari baru esok akan memancarkan kebahagian lewat pijaran mentari nan indah.
Didepan rumah ku saksikan dengan sangat jelas karya-Nya luar biasa.
Kututup rapat kedua bola mata ini membayangkan indahnya hari-hari nanti yang akan datang menghampiri ku, merasakan hembusan angin pagi membawah dedaunan berjatuh kemari menyentuh hangat tubuh ini.
Setiap pagiku akan terasa indah saat kedua jemariku meraba pintu rumah dan mendorongnya agar pijarannya menerobos masuk didalam rumahku
Terimakasih Tuhan berkatmu membuatku terpanah
Terimakasih berkatmu memberikan semangat baru dalam anganku siap bermimpi lagi
Terimakasih kuucapkan untuk sang Khalik yang selalu ada disetiap insan yang membutuhkan
Thanks god
Kamis, 13 September 2018
Sang inspirasi berubah nama
Haruskah sekeping rasa diam tanpa daya meninggalkan kepingan rasa yang lain
Aku bahkan tak mengerti
Aku tak memahami rasa seperti apa, yang terus muncul tak tenggelam walaupun digenangi airmata yang begitu dahsyat,
Ketika cinta yang kupuja pergi mencintai sosok yang lain, Aku tetap merasa tenang dan tak mau berpaling darinya walaupun dibaluti luka oleh karena dirinya
Airmata seakan tak kuasa kubendungi,terus berceceran hingga basah pipi ini
Haruskah aku berkata benci kepada dia yang kusayangi? Saya rasa tidak mungkin diriku seegois itu, aku tidak seperti dia yang mampu melakukan kesalahan dan membuat orang lain jatuh. Aku hanya butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri seperti Aku yang dulu, yang tak mengenal cinta dari insan seperti dia.
Maaf jika terkadang Aku tak pernah memenuhi keinginanmu, tak seperti yang kau harapkan.
Tapi percayalah Aku sedang merintis apa yang belum kugapai, Aku masih belajar.
Aku bahagia kau selalu mendorongku untuk bisa sepertimu,memaksakanku mempunyai hobi membaca yang juga kesenangan mu.
Aku tak percaya orang sebaik saya harus kau khianati, yang lebih tak kupercayai lagi adalah dirimu. Dulu kita teman SD Aku mengenalmu lebih baik dari diriku, kau pendiam, penyabar, dan kau bagiku adalah sang inspirasiku. Pantaskah sang inspirasi melakukan kesalahan yang menyakitkan belahan jiwanya itu semua tergantung dari setiap orang.
Semenjak saat itu Aku trauma, cinta tidak hanya didapatkan dari seorang kekasih, cinta keluarga jauh tak terjangkau, apalagi cinta Tuhan tidak ada batas ukurnya.
Orang yang baik pasti akan menemukan yang baik paling tidak dia yang mampu menghargai orang yang ada sekitarnya.
Penyesalan akan datang bagi mereka yang menyia-nyiakan orang lain
Luka akan terbalaskan dihari esok yang akan datang tanpa menimbulkan satu pertanyaan
Melakukan kesalahan lalu tidak adanya rasa bersalah kau seakan merasa dirimu diatas langit. Sudah dibantu namun, untuk berterimakasih saja sulit. Manusia macam apa dirimu? Orang hebat itu harus mampu merendahkan dirinya sendiri sampai tak ada seorangpun yang mampu merendahkannya .
Rabu, 12 September 2018
Kasih...
Aku bahkan tak memahami cinta mana yang kau puja
Aku tak memahami rayuan apa yang kau keluarkan
Semua hati kau luluhkan seakan kau adalah sang pangeran
mampu memikat setiap hati yang kau jumpai
Hati siapakah yang kau jaga dari sekian banyak yang kau rayu
Sempurna bagaimanakah yang engkau cari
Kau egois
Lugu,polos raut wajahmu mampu menyembunyikan siapa sesungguhnya jati dirimu
Kau temanku dulu waktu kita masih beranjak maju
Semua yang kau katakan membuatku bangkit dari keterpurukan dan maju tanpa mengenal arti dari kegagalan
Kau buat hati ini mengenal benci karena karaktermu
Kau buatku bahkan tak ingin memandang wajahmu lagi walaupun dalam angan dan dalam mimpiku
Sungguh kau menyakitiku kasih...
Selasa, 11 September 2018
Imajinasi sang penyair
Rangkaian malam ku seakan menyatu padu dalam rayuan hangat mu
Soal jarak yang akan terjawab oleh waktu
Soal rasa yang penuh dengan keheningan
Malam kelam membawah ku terhanyut bersama ribuan pesan-pesan sederhana dari sang inspirasi kepada sang penyair yang enggan menutup kedua kuping bila terdengar nyaring suaranya nan elok
Menghanyutkan ku dalam mimpi malam
Seakan menerbangkan ku keangkasa raya
Menyaksikan indahnya langit biru penuh pesona dalam dekapan ku yang tak kunjung berujung
Oh, malam biarkan ku terus bermimpi dan berimajinasi dalam lelap malam keheningan
Ku rangkai jerit suara hati kan ku ukir disetiap jiwaku ini
Maaf hanya bisa membuat sebaris kalimat dari gambaran dunia malam
Seakan hati tenangkan jiwa kelam berkawan damai bersama malam
Kusapa kau dalam angan
Tapi syair syhadu kau ucapkan
Untaian kata yang begitu indah
Seperti mimpi yang membuat aku terbuai
Senin, 10 September 2018
Kerinduan
Terik panas mentari
Membangkitkan semangat
Melahap apa yang pantas disantap
Untuk menenangkan sebagian tulang belulangku
Rindu hidangannya mama
Waktu seakan tak mampu menemaniku bicara ia tersipu malu
Aku hanya tersenyum menatap sang waktu
Kakiku pasti akan melangkah pergi
Dibumi pertama kakiku terpijak
Dibumi dimana mataku pertama kali ku buka melihat karya nyata dari sang khalik
Tak kuasa bila terus merindu
Rindu akan terjawab oleh waktu
Dan waktu akan membawahku melangkah kembali kepangkuan ibuku