Mari merakit kata
Karya : Petronela
Untuk Tuan yang terhormat,
Aku hanya ingin musnahkan penat,
dari hari yang kian berat.
Kurakit kata makna seribu sendu,
menyerbu tiap-tiap dingin ponsel
Mengumpat tanda jemu
Perihal siapa, tak perlu Kau kenal.
Bukan mencari belas kasihan,
Bukan pula dipublikasikan agar mencari reputasi,
Yang dituangkan hanya sebagian,
Selebihnya itu privasi.
Tak usah menduga-duga, lalu berprasangka
Tak usah berburuk sangka, nanti buruk rupa
Kata selalu mengambarkan isi hati,
Jika Ia marah barangkali ada salah
Namun kau tak mau kalah
Sampai tak ada yang mengalah
Mau cerita, cerita kesiapa
Yang baik kadang jahat,
Yang jahat kadang tambah jahat
Jadi, lebih baik merakit kata tanpa ada sepasang telinga
Makassar, 16 Mei 2020