Kisah pertemuan yang manis pada hari kemarin, akan berakhir menjadi buih-buih kenangan yang tetap terkenang sampai suatu hari nanti detik waktu yang akan bercerita tentang indahnya mengenal kalian.
Pertemuan yang panjang, tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Kebersamaan memberikan kita cerita untuk dunia, sebuah cerita panjang tentang sejuta mimpi yang pantas terukir hingga akhir nanti.
Kebersamaan kita menemukan suka dan duka, canda dan tawa, sampai tangis dan amarah.
Banyak hal yang sudah kita pelajari di SMA Nasional Makassar. Kita diajar untuk tetap kokoh, dan berjuang tanpa titik henti diliputi rasa solidaritas, kebahagian, kedamaian, yang tak terbeli oleh apa dan siapapun.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.entah itu berakhir bahagia maupun mengukir luka.
Bahkan sebuah kebersamaan harus berakhir karena adanya perpisahan.
Perpisahan kita menyisakan berjuta derai airmata dan pilu dihati yang tak bisa melepaskan indahnya kebersamaan.
Bangkit dan tersenyumlah temanku, disana ada hari baru, disana ada harapan baru yang masih menunggumu dengan tulus.
Hadapilah hari barumu dengan lebih tangguh lagi! perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Perpisahan mengajarkan kita untuk tetap tegar, mampu dikenal, dan mengenal lebih banyak lagi.
Kala, pagi hari masih mempertemukan kita dengan fajar cinta ataupun tidak maka, tetaplah tersenyum laksana dendang bahagia dimusim bunga. Jangan biarkan hari-harimu terus suram bahkan menjadi gelap hanya karena satu keegoanmu. Mari kita bangkit dari lorong-lorong yang tak berujung hingga menemukan sedikit cahaya, biaskan cahaya itu agar ia menjadi lebih terang sampai tak lagi mengenal gelap. Hidup berawal dari titik nol, titik yang tak ternilai, titik yang penuh dengan kegelapan dan hanya kita sendirilah yang mampu menemukan titik terang tersebut.
Kita sadari bahwa jalan pintas dan insan bukannya satu-satunya jalan yang bisa mengantarkan kita menuju sebuah tujuan. Karena, Tuhan menyediakan jalan lain yang lebih aman walaupun terlihat sangat panjang.
Bangkit dan menjadi lebih baik lagi teman, melakukan kebaikan dan berkomitmen dengan konsisten membutuhkan niat kuat disertai keyakinan bahwa hal tersebut akan mendatangkan kebaikan.
Tetapi, berharap kepada manusia bisa jadi mendatangkan kesedihan. Jadi, saat memilih berbuat bail, berharaplah kepada Tuhan .
Karena Tuhan memerintahkan hamba-Nya berbuat baik dan tak ada yang tersisa dari perhitungan Tuhan.
Kejar mimpimu
Berbuat baiklah
Temuilah titik terangmu
Bersujudlah kepada TuhanMu
Senin, 27 Agustus 2018
Perpisahan
Minggu, 26 Agustus 2018
Berbalut luka
Waktu cepatlah berlalu, datangkan esok dengan pijaran sang mentari yang membawah arti perdamaian. Akan kusambut dengan senyum mekar dikedua bibirku, berlombat - lompat layaknya anak kecil yang belum mengenal cinta seorang belahan jiwa.
Anganku mulai berterbang tinggi kelangit luas menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan yang patut disyukuri. Ingin kuteriak saat ini Aku membencinya, membenci cinta palsunya, membenci kemunafikan wajahnya.
Semuanya memang harus berakhir saat kekuatan cinta sudah tak lagi harmonis, bahkan yang dicinta pergi mencintai orang lain. Mungkin Tuhan menyiapkan jalan istimewah bagiku Aku percaya yang baik pasti akan mendapatkan yang terbaik pula.
Hari ini, Aku malas mengenal cinta seorang kekasih, semuanya sudah murka dari benakku. Aku hanya akan berfokus pada pendidikanku, pada jalan yang akan membawahku kejenjang yang lebih baik lagi. Cinta pada diri dan keluargaku itu sudah cukup tak ada yang lebih berarti dari itu.