Kamis, 13 September 2018

Sang inspirasi berubah nama

Haruskah sekeping rasa diam tanpa daya meninggalkan kepingan rasa yang lain
Aku bahkan tak mengerti
Aku tak memahami rasa seperti apa, yang terus muncul tak tenggelam walaupun digenangi airmata yang begitu dahsyat,
Ketika cinta yang kupuja pergi mencintai sosok yang lain, Aku tetap merasa tenang dan tak mau berpaling darinya walaupun dibaluti luka oleh karena dirinya
Airmata seakan tak kuasa kubendungi,terus berceceran hingga basah pipi ini
Haruskah aku berkata benci kepada dia yang kusayangi? Saya rasa tidak mungkin diriku seegois itu, aku tidak seperti dia yang mampu melakukan kesalahan dan membuat orang lain jatuh. Aku hanya butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri seperti Aku yang dulu, yang tak mengenal cinta dari insan seperti dia.
Maaf jika terkadang Aku tak pernah memenuhi keinginanmu, tak seperti yang kau harapkan.
Tapi percayalah Aku sedang merintis apa yang belum kugapai, Aku masih belajar.
Aku bahagia kau selalu mendorongku untuk bisa sepertimu,memaksakanku mempunyai hobi membaca yang juga kesenangan mu.
Aku tak percaya orang sebaik saya harus kau khianati, yang lebih tak kupercayai lagi adalah dirimu. Dulu kita teman SD Aku mengenalmu lebih baik dari diriku, kau pendiam, penyabar, dan kau bagiku adalah sang inspirasiku. Pantaskah sang inspirasi melakukan kesalahan yang menyakitkan belahan jiwanya itu semua tergantung dari setiap orang.
Semenjak saat itu Aku trauma, cinta tidak hanya didapatkan dari seorang kekasih, cinta keluarga jauh tak terjangkau, apalagi cinta Tuhan tidak ada batas ukurnya.
Orang yang baik pasti akan menemukan yang baik paling tidak dia yang mampu menghargai orang yang ada sekitarnya.
Penyesalan akan datang bagi mereka yang menyia-nyiakan orang lain
Luka akan terbalaskan dihari esok yang akan datang tanpa menimbulkan satu pertanyaan
Melakukan kesalahan lalu tidak adanya rasa bersalah kau seakan merasa dirimu diatas langit. Sudah dibantu namun, untuk berterimakasih saja sulit.  Manusia macam apa dirimu? Orang hebat itu harus mampu merendahkan dirinya sendiri sampai tak ada seorangpun yang mampu merendahkannya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar