Maafkan aku kadang terlalu berisik di kedua kuping mu
Maafkan Aku yang selalu membuatmu kesal tanpa karuan
Maafkan diriku yang tanpa sengaja mengajak mu beradu argumen sehingga kadang menimbulkan percekcokan diantara kita
Maafkan aku yang membuat jarak semakin jauh sampai kaupun merasa jenuh dengan sikap ku
Aku minta maaf untuk semua hal yang pernah terlewati bersama
Kita mungkin sudah dewasa tapi terkadang tindakan kita menunjukkan kita masih dalam jenjang kekanak-kanakan.
Aku senang mengulangi masa kecil dulu, saat beban kedua orangtua menumpuk kita malah asyik bermain tanpa beban karena masih lugu.
Tapi saat ini tanpa disadari, kita yang dulu setiap harinya buang senyum harus murung memikirkan beban yang dipikul cukup berat.
Memikirkan dunia kita, memikirkan perkuliahan dan yang paling penting mimpi-mimpi dalam angan yang belum digapai.
Semoga kita tetap berdiri kokoh walaupun jatuh berulang-ulang harus mampu bangkit kembali.
Gagal itu hal biasa apalagi gagal dalam hal cinta itu luar biasa.
Masa sekarang, jangan pernah mengharapkan apa yang saat ini bersama mu akan tetap ada bersama mu barang murah saja orang dapat mengambilnya apalagi pasangan mu.
Tergantung dari setiap orang, jika dia tulus mencintai mu dia tak mungkin meninggalkan kepingan rasa dalam dirimu.
Dia bukan orang baik, saya percaya orang baik akan menemukan pasangan yang baik pula.
Untuk apa menyesali dia yang telah pergi lebih baik bangkit pikirkan duniamu, mimpimu, dan yang terpenting adalah keluarga mu.
So, berjuang untuk orang yang salah hanya akan menambahkan goresan dihatimu.
Hidup berjalan kedepan tanpa menoleh lagi kebelakang, waktu berjalan terus dia takkan bisa diputar mundar.
Lalu kenapa kita masih diam saja ditempat mempertahankan apa yang salah? Bukankah sebaiknya ditinggalkan dan kita bangkit untuk berjalan kelorong yang baru bersama sejuta mimpi.
Jalan masih panjang kedepan banyak yang bakal kita temukan jauh lebih baik dari sebelumnya entah itu harapan baru atau cinta yang muncul lalu pergi bersama meraih mimpi keujung bumi sampai bumi tersenyum menyaksikan insan ciptaan -Nya sungguh saat itu semua seakan takjub.
Aku merasa bahagia saat anganku bermimpi kembali, walaupun banyak yang tak terwujud tak ada kata menyerah dalam hidup ini.
Belum terwujud berarti masih tertunda mungkin belum waktunya saja.
Hari-hari hadir lalu pergi dengan membawah banyak kisah lalu meninggalkan banyak kenangan. Kenagan pahit, manis berbaur seakan menyatuh dalam kalbu, dalam tulisan -tulisan sederhana dibuku kecilku.
Tak ada penyesalan yang datang terlambat semua seakan kubuat sirna dalam lipu lara ini.
Duka memang masih berlanjut, dibaluti luka dan hari baru esok akan memancarkan kebahagian lewat pijaran mentari nan indah.
Didepan rumah ku saksikan dengan sangat jelas karya-Nya luar biasa.
Kututup rapat kedua bola mata ini membayangkan indahnya hari-hari nanti yang akan datang menghampiri ku, merasakan hembusan angin pagi membawah dedaunan berjatuh kemari menyentuh hangat tubuh ini.
Setiap pagiku akan terasa indah saat kedua jemariku meraba pintu rumah dan mendorongnya agar pijarannya menerobos masuk didalam rumahku
Terimakasih Tuhan berkatmu membuatku terpanah
Terimakasih berkatmu memberikan semangat baru dalam anganku siap bermimpi lagi
Terimakasih kuucapkan untuk sang Khalik yang selalu ada disetiap insan yang membutuhkan
Thanks god
Tidak ada komentar:
Posting Komentar