Tinggal puing
Tersayat sembilu mengenang masa
Indah yang sekejap mata
Namun sakitnya tak terhingga
Jiwaku seakan sekarat nyaris mati
Cintamu tragis
hanyalah semu dibatas rasa sepimu
Cerita indah yang pernah berkisar
Kini termakan kusam
Hadirmu hanya seperti puisi
Tanpa aksara
Rinduku hanya diam terbungkam
dan tergores sunyi
diatas pualam zaman
Luluh
lantak berkeping-keping
Hanya sedih
menghujat relung hati
Makassar, 10 Sep 2018
Petronela Boleng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar