Kenyaman ini berlangsung
Balasan pesan singkatmu meneduhkanku
Menyejukkan dari terik mentari
Setiap bisikan lembut yang melewati batas ponselmu seakan menghanyutkan logika untuk berpikir
Jujur Aku terkesima dan jatuh cinta
Pada sosok misterius berhati lembut
Sosok yang tak pernah kutatap mukanya dengan langsung
Hanya sebatas bisikan dikuping lewat ponsel dan balasan chat
Kepedulian yang berlebihan tapi dia tak pernah berpikir untuk mencintaiku
Aku tak mencintaimu ... "Katanya"
Lalu kenapa dia mengkhawatirkanku
Apakah itu bukan cinta
Entalah akupun tak paham
Jujur
Aku cemburu saat ada wanita lain yang disebutkannya
Aku berpikir aku tak pernah mencintainya
Saat kucoba untuk menjauh
Kenapa Aku malah semakin dekat
Marah ketika aku cemburu
Sedih saat yang diharapkan mengharapkan orang lain
Dia tak menginginkan hadirku
Hadirku baginya hanya puisi tanpa aksara
Aku tahu
Perbedaan memang ada
Perbedaan yang menyatukan
Aku tak memaksakannya untuk berdoa pada tuhanku
Kan kubiarkan dia berjalan dengan tenang hingga pada keabadian
kuikuti setiap jejak yang membekas dari telapak kakinya
menggenggam erat tangannya serta menyembah tuhannya
Bersatu dalam Tuhan yang sama disetiap alunan nafas kehidupan
Jujurnya membunuhku perlahan
Sakit kurasa
Menguras airmataku
Sesakit inikah mencintai orang
Aku pikir setelah tidak ada kabar dariku
Dia akan membiarkanku berjalan sendiri
Tapi dia mendesakku
Terus memanggilku
Mengubah segala peluang
Akhirnya aku luluh dari keegoanku
Apakah itu juga bukan namanya cinta
Hanya dia yang tau
Tapi
Aku sudah terlalu nyaman dengannya
Terimakasih cinta tanpa ungkapan
Cinta hanya sebatas dalam diam
Segala kebohongannya bukan kebodohanku
Aku tau dia berbohong tapi jawabku hanya iya
Waktu yang direnggutpun kembali lagi
Lantaran dia mengunjungiku dikediaman yang kutempati
Mengisi ruang kosong yang sudah kupersiapkan
Pertemuan yang manis
Canda dan tawa bersama bagai melepas dahaga
Menghampiri ketika Aku dan dia berbincang
Tentang kenangan manis bersama rindu
Senyummu mengenyahkan sepi
Hadirmu memberi semangat
Sunyi tak lagi berkidung
Makasi sudah berkunjung
Walau hanya sesaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar