Waktu cepatlah berlalu, datangkan esok dengan pijaran sang mentari yang membawah arti perdamaian. Akan kusambut dengan senyum mekar dikedua bibirku, berlombat - lompat layaknya anak kecil yang belum mengenal cinta seorang belahan jiwa.
Anganku mulai berterbang tinggi kelangit luas menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan yang patut disyukuri. Ingin kuteriak saat ini Aku membencinya, membenci cinta palsunya, membenci kemunafikan wajahnya.
Semuanya memang harus berakhir saat kekuatan cinta sudah tak lagi harmonis, bahkan yang dicinta pergi mencintai orang lain. Mungkin Tuhan menyiapkan jalan istimewah bagiku Aku percaya yang baik pasti akan mendapatkan yang terbaik pula.
Hari ini, Aku malas mengenal cinta seorang kekasih, semuanya sudah murka dari benakku. Aku hanya akan berfokus pada pendidikanku, pada jalan yang akan membawahku kejenjang yang lebih baik lagi. Cinta pada diri dan keluargaku itu sudah cukup tak ada yang lebih berarti dari itu.
Minggu, 26 Agustus 2018
Berbalut luka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar